Jumat, 09 Agustus 2019

Contoh Surat Pemberitahuan Libur Lebaran Karyawan

Kumpulan Contoh Surat -Hari libur tentunya menjadi hak karyawan, baik itu perusahaan swasta, BUMN, maupun pegawai negeri. Maka perusahaan wajib memberikan informasi hari libur kepada seluruh karyawan. Lebih khusus lagi libur lebaran yang biasanya menjadi libur panjang.
Untuk mengakibatkan surat pemberitahuan libur lebaran pastinya disesuaikan bersama dengan lembaga dan siapa dimaksudkan surat tersebut. Misalnya surat berasal dari perusahaan untuk karyawan, perusahaan untuk konsumen, sekolah untuk orang tua murid dan pemerintah untuk pegawai. Selengkapnya anda dapat memandang semisal suratnya berikut ini.

Contoh Surat Pemberitahuan Libur Lebaran Karyawan

Internal Memorandum
No. 212/HRGA/IM/V/2018
Kepada : Seluruh Karyawan PT. Maju Bersama
Dari : HRGA Department
Tanggal : 10 Juni 2018
Perihal : Pengumuman Cuti Bersama dan Libur Hari Raya Idul Fitri 1439 H / 2018
—————————————————————————
Dengan Hormat,
Menyambut Perayaan Hari Raya Idul Fitri 1439 H / 2018 M, dengan ini Manajemen memutuskan untuk menyampaikan ketentuan Cuti Bersama dan Libur Hari Raya Idul Fitri 1439 H / 2018 M sebagai berikut:
  • Waktu Libur
  1. Juma’at 15 Juni 2018 & Sabtu 16 Juni 2018 : Hari Raya Idul Fitri 1439 H
  2. Rabu 13 Juni 2018 & Selasa 19 Juni 2018 : Cuti Bersama
  3. Kamis 14 Juni 2018 & Senin 18 Juni 2018 : Libur Perusahaan
  • Pengambilan Cuti Bersama akan mengurangi hak cuti tahunan.
  • Bagi karyawan yang belum mempunyai hak cuti, maka hak cutinya akan dipotong ketika hak cutinya tersebut sudah efektif
  • Bagi karyawan yang tidak mengambil cuti bersama agar mengisi form terlampir dengan mendapatkan persetujuan dari divisi head nya masing – masing dan melaporkan ke departemen HR paling lambat tanggal 10 Juni 2018.
  • Apabila terjadi perubahan Keputusan Pemerintah atas Libur Hari Raya Idul Fitri, maka ketentuan hari libur dan cuti bersama diatas tetap berlaku.
  • Bagi karyawan yang melakukan perjalanan ke masing – masing daerah agar senantiasa berhati – hati dalam perjalanan dan menjaga kesehatannya dengan baik.
Demikian Internal Memorandum ini dibuat, atas perhtaian diucapkan terimakasih.
“Atas nama Manajemen Kami megucapkan
Marhaban Ya Ramadhan Selamat Menunaikan Ibadah Puasa”
Hormat Kami
Ilham Hidayat
HRGA Manager




Contoh Surat Pengumuman Libur Lebaran Untuk Karyawan


Download CONTOH PENGUMUMAN PERUSAHAAN CUTI BERSAMA & LIBUR HARI RAYA IDUL FITRI

PT. SILIH ASIH JAYA
Jl. Raya Melati Boulevard No. 1 Bandung
Telp. 022 – 309807 Fax. 022 – 309800

SURAT EDARAN
Nomor : 20/SE/SAJ-02/06/16
Bandung, 20 Juni 2016
Lampiran      : –
Perihal           : Pemberitahuan Cuti Bersama

Yth.
Bapak/ Ibu
Seluruh Karyawan PT. Silih Asih Jaya
di tempat

Dengan hormat,
Sehubungan dengan waktu bulan puasa yang sebentar lagi akan berakhir dan dengan Hari Raya Idul Fitri tahun 2016 yang jatuh pada tanggal 6 – 7 Juli 2016, serta surat edaran Dinas Tenaga Kerja mengenai hari Cuti Bersama pegawai swasta, maka melalui surat ini kami selaku pihak Management PT. Silih Asih Jaya memberitahukan bahwa :
  • Cuti bersama dalam rangka Hari Raya Idul Fitri tahun 2016  untuk karyawan PT. Silih Asih Jaya akan dilaksanakan pada tanggal 1, 2, 3 Juli 2016 dan 11, 12 Juli 2016.
  • Cuti bersama ini akan memotong/ mengurangi hak cuti tahunan masing – masing karyawan, kecuali karyawan pada bagian keamanan.
  • Segala aktivitas kegiatan kantor akan dimulai kembali pada hari Rabu, 13 Juli 2016.
  • Maka dari itu, mengingat waktu libur yang cukup panjang, diharapkan seluruh karyawan tidak ada yang tidak masuk tanpa keterangan. Dan untuk yang ingin mengajukan cuti di luar cuti bersama, dianjurkan untuk mengajukan cuti paling lambat seminggu sebelum cuti bersama ke supervisor atau kepala departemen masing – masing, untuk disetujui pihak management dengan pertimbangan situasi pekerjaan.
Demikian untuk diketahui, atas perhatian dan kerjasama Bapak/ Ibu, kami ucapkan terim kasih.

Kepala Departemen Personalia

Ir. Dedi Setiawan
NIK. 431099878

Tembusan :
  1. Direktur PT. Silih Asih Jaya
  2. Jajaran Komisaris PT. Silih Asih Jaya
  3. Departemen Administrasi dan Umum







Artikel Surat Terkait:


Itulah contoh surat pemberitahuan libur lebaran dari berbagai instansi dan untuk berbagai tujuan. Semoga bisa dijadikan referensi dalam memberikan informasi libur kepada karyawan, pelanggan, atau siapapun yang berhubungan dengan bisnis atau layanan anda.


Penelusuran yang terkait dengan Contoh Surat Pemberitahuan Libur Lebaran Karyawan

  • contoh pengumuman libur lebaran untuk customer
  • contoh pengumuman libur kerja idul fitri
  • surat pemberitahuan libur lebaran 2018
  • contoh kalimat pengumuman libur
  • contoh surat edaran libur hari raya idul fitri
  • contoh pengumuman libur lebaran 2019
  • contoh surat pemberitahuan libur lebaran 2019
  • contoh surat pemberitahuan libur akhir tahun

Contoh Surat Pemberitahuan Libur Lebaran Kampus

Kumpulan Contoh Surat -Seperti halnya dengan sekolah, kampus juga wajib menentukan jadwal pelayanan kepada mahasiswa atau pihak lain. Oleh karena itu perlu diterbitkan surat pemberitahuan. Surat pemberitahuan ini mengikat jadwal libur seluruh staff kampus.
Untuk mengakibatkan surat pemberitahuan libur lebaran pastinya disesuaikan bersama dengan lembaga dan siapa dimaksudkan surat tersebut. Misalnya surat berasal dari perusahaan untuk karyawan, perusahaan untuk konsumen, sekolah untuk orang tua murid dan pemerintah untuk pegawai. Selengkapnya anda dapat memandang semisal suratnya berikut ini.

Contoh Surat Pemberitahuan Libur Lebaran Kampus

Sehubungan dengan Keputusan Bersama Menteri Agama, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2017 Nomor 335 Tahun 2017 Nomor 05/SKB/MENPAN-RB/05/2017 tentang Hari LIbur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2014, dengan hormat kami informasikan bahwa:
Tanggal 11-20 Juni 2018 ditetapkan sebagai Hari Libur Nasional dalam rangka Hari Raya Idul Fitri 1439H
Tanggal 11 Juni-20 Juni 2018 ditetapkan sebagai Cuti Bersama Tahun 2014 dalam rangka Hari Raya Idul Fitri 1439H
Bagi Unit Kerja yang berfungsi memberikan pelayanan umum, keamanan atau kegiatan yang secara terjadwal yang tidak memungkinkan untuk libur dan cuti bersama agar mengatur penugasannya dan diserahkan kepada pimpinan masing-masing
Tanggal 9 Juni 2018, segala kegiatan perkantoran UNM kembali berjalan seperti biasa
Demikian kami sampaikan dan terima kasih.




Contoh Surat Edaran Libur Lebaran Kampus



Download Contoh Pemberitahuan Libur Lebaran Kampus

Segenap pimpinan dan sivitas akademika UMY mengucapkan selamat menjalankan ibadah puasa Ramadhan 1431 H. Semoga ALlah senantiasa meridhai amal ibadah kita. Amin Sehubungan dengan libur Idul Fitri 1431 H maka kami sampaikan pemberitahuan libur bagi pegawai dan seluruhsivitas akademika UMY sebagai berikut:
  1. Libur Awal Ramadhan pada 11 Juli 2010
  2. Libur Perkuliahan bagi mahasiswa UMY dimulai pada tanggal 9- s/d 18 September 2010
  3. Libur Idul Fitri bagi Pegawai Edukatif dan non Edukatif dimulai tanggal 9 s/d 12 September 2010
  4. Cuti Bersama bagi Pegawai Edukatif dan non Edukatif pada tanggal 13 s/d 17 September 2010
  5. Syawalan dan Mangayubagyo Calon Jamaah Haji Tahun 1431 H bagi keluarga Besar UMY pada hari Sabtu, 18 September 2010 jam 09.00
  6. Perkuliahan bagi mahasiswa dan efektif kerja bagi Pegawai Edukatif dan non Edukatif UMYmulai hari Senin 20 September 2010
Mohon pemberitahuan ini diumumkan kepada seluruh Pegawai Edukatif dan non Edukatif dan mahasiswa di lingkungan unit kerja dan fakultas
Ttd Rektor UMY
Ir. M Dasron Hamid, M. Sc







Artikel Surat Terkait:


Itulah contoh surat pemberitahuan libur lebaran dari berbagai instansi dan untuk berbagai tujuan. Semoga bisa dijadikan referensi dalam memberikan informasi libur kepada karyawan, pelanggan, atau siapapun yang berhubungan dengan bisnis atau layanan anda.


Penelusuran yang terkait dengan Contoh Surat Pemberitahuan Libur Lebaran Kuliah

  • contoh surat pengumuman libur lebaran untuk karyawan 2019
  • contoh surat pemberitahuan libur akhir tahun
  • contoh surat pemberitahuan libur lebaran 2019
  • contoh pengumuman libur toko
  • contoh surat edaran libur lebaran perusahaan
  • contoh surat pemberitahuan libur semester 2
  • surat pemberitahuan libur sekolah doc
  • contoh pengumuman libur lebaran untuk customer

Contoh Surat Pemberitahuan Libur Lebaran Sekolah

Kumpulan Contoh Surat -Libur lebaran tentunya bukan hanya untuk perusahaan tetapi juga sekolah. Biasanya sekolah meliburkan siswanya pada saat menjelang lebaran atau bulan puasa. Maka dari itu kepala sekolah perlu menyurat kepada orang tua siswa tentang agenda libur lebaran.
Pemberitahuan mengenai libur lebaran tidak hanya disampaikan kepada customer, namun juga kepada karyawan. Pemberitahuan ini juga pastinya menjadi acuan dalam pemilihan hari libur karyawan. Berikut semisal pemberitahuan libur lebaran kepada karyawan.
Liburan yang paling ditunggu sebagian besar kalangan masyarakat adalah libur lebaran. Libur panjang untuk pelajar, karyawan dan pastinya pegawai negeri sipil.
Untuk mengakibatkan surat pemberitahuan libur lebaran pastinya disesuaikan bersama dengan lembaga dan siapa dimaksudkan surat tersebut. Misalnya surat berasal dari perusahaan untuk karyawan, perusahaan untuk konsumen, sekolah untuk orang tua murid dan pemerintah untuk pegawai. Selengkapnya anda dapat memandang semisal suratnya berikut ini.

Contoh Surat Pemberitahuan Siswa Libur Sekolah

YAYASAN PENDIDIKAN ISLAM ASYSYIFA
RAUDHATUL ATHFAL ASYSYIFA
Kp. Lengkong, Ds. Sindangraja, Kec. Jamanis, Kab. Tasikmalaya 46175
Telepon ( 0265 ) 421407- 421436
Akta Notaris N0. 30 Tanggal 18 Nopember 1997


Tasikmalaya, 24 Juli 2015
Kepada Yth
Bapak/Ibu ……………………..
di Tempat 


Assalamu’alaikum Wr.Wb
Salam sejahtera kami sampaikan semoga Bapak/ Ibu selalu dalam lindungan Allah Swt.
Dengan ini kami beritahukan bahwa libur akhir puasa dan hari raya Idul Fitri 1435 H dimulai pada hari Jum’at tanggal 25 juli 2014 dan masuk kembali pada hari Rabu tanggal 06 Agustus 2014. 

Demikianlah surat pemberitahuan ini kami sampaikan agar menjadi maklum adanya. Selanjutnya, kami keluarga besar Yayasan Pendidikan Islam Asysyifa Mengucapkan “ Selamat Hari Raya Idul Fitri 1435 H, Minal Aidzin Walpaidzin Mohon Maaf Lahir dan Batin “

Wassalmu’alaikum Wr.Wb


Tasikmalaya, 24 Juli 2014
Ketua Yayasan Asysyifa



KH. Aliyudin, AS


Contoh Surat Pemberitahuan Libur Lebaran Sekolah

Bapak/Ibu Orangtua/Wali santri Al-Kautsar Makassar yang kami hormati,
Dengan ini kami sampaikan bahwa berkaitan dengan adanaya liburan Ramadhan dan Iedul Fitri 1439 H, dengan menyesuaikan dengan kalender Akademik Departemen Agama dan Kalender Akademik Pesantren, maka dengan ini kami memutuskan bahwa kegiatan belajar mengajar (KBM) diliburkan, dengan ketentuan sebagai berikut:
Libur mulai Hari Senin tanggal 11 Juni 2018 – 23 Juni 2018
Seluruh santri diharuskan hadir di Pondok paling lambat Hari Senin tanggal 25 Juni 2018 Pukul 16.00 WIB, dan bagi yang tidak menepati akan diproses oleh Dewan Hisbah dan selanjutnya akan diberi iqab sesuai dengan ketentuan/aturan yang berlaku di Pondok Pesantren.
Selama libur Bapak/Ibu Orang Tua/Wali santri diharapkan memantau aktivitas harian putra/putrinya dengan ketentuan sebagaimana terlampir dalam lembar mutaba’ah santri.
Demikian surat pemberitahuan ini kami sampaikan, atas perhatian dan kerjasamanya kami ucapkan Jazakumullah Khairan Katsiran.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.
Makassar, 9 Juni 2018
Mudir Pesantren,
Ilham Hidayat, Lc



Download Contoh Surat Pemberitahuan Hari Libur Sekolah

PEMERINTAH KABUPATEN DEMAK UNIT PELAKSANA TEKNIS DINAS PENDIDIKAN PEMUDA DAN OLAHRAGA KECAMATAN KARANGANYAR SEKOLAH DASAR NEGERI KARANGANYAR 1 Alamat : Jalan Raya Demak – Kudus Km 19 Demak 59582 Blog : http://www.sdnkaranganyar1.blogspot.com Email : sdkaranganyar1.info@gmail.com 
No : 421/36/XII/2017 Karanganyar, 23 Desember 2017 
Lamp : - 
Hal : Pemberitahuan Libur Sekolah 
Kepada 
Yth. Wali Murid Kelas I-VI 
SD Negeri Karanganyar I 
di 
Karanganyar 
Assalamu’alaikum Wr. Wb 
Berdasarkan kalender pendidikan SD Negeri Karanganyar 1, bersama ini kami beritahukan 
libur sekolah semester gasal (semester 1) kepada Bapak/Ibu orang tua/wali murid SD 
Negeri Karanganyar 1 sebagai berikut : 
1. Libur Akhir Semester Gasal dimulai tanggal 24 Desember 2017 – 1 Januari 2018. 
2. Masuk kembali ke sekolah semester 2 tahun pelajaran 2017/2018 tanggal 2 Januari 
2018 
Demikian pemberitahuan ini kami sampaikan dan kami mohon kerjasamanya kepada 
Bapak/Ibu Wali Murid SD Negeri Karanganyar 1 untuk tetap memantau putra-putrinya di 
rumah dengan kegiatan yang positif. Atas perhatian dan kerjasamnya diucapkan terima 
kasih. 
Wassalamu’alaikum Wr. Wb 
Kepala Sekolah 
JUMIATUN, S.Pd, M.Si 
NIP. 19670119 199303 2 004






Artikel Surat Terkait:


Itulah contoh surat pemberitahuan libur lebaran dari berbagai instansi dan untuk berbagai tujuan. Semoga bisa dijadikan referensi dalam memberikan informasi libur kepada karyawan, pelanggan, atau siapapun yang berhubungan dengan bisnis atau layanan anda.


Penelusuran yang terkait dengan Contoh Surat Pemberitahuan Libur Lebaran Sekolah

  • contoh pengumuman libur toko
  • contoh surat pemberitahuan libur sekolah menyambut bulan ramadhan
  • contoh surat pemberitahuan libur semester 2
  • contoh surat pemberitahuan libur akhir tahun
  • contoh surat edaran libur lebaran perusahaan
  • contoh surat pemberitahuan libur sekolah karena ujian nasional
  • contoh surat pengumuman libur lebaran untuk karyawan 2018
  • contoh pengumuman libur lebaran untuk customer

Kamis, 08 Agustus 2019

Contoh Surat Pemberitahuan Libur Lebaran Perusahaan Kepada Karyawan

Kumpulan Contoh Surat - Pemberitahuan mengenai libur lebaran tidak hanya disampaikan kepada customer, namun juga kepada karyawan. Pemberitahuan ini juga pastinya menjadi acuan dalam pemilihan hari libur karyawan. Berikut semisal pemberitahuan libur lebaran kepada karyawan.
Liburan yang paling ditunggu sebagian besar kalangan masyarakat adalah libur lebaran. Libur panjang untuk pelajar, karyawan dan pastinya pegawai negeri sipil.
Untuk mengakibatkan surat pemberitahuan libur lebaran pastinya disesuaikan bersama dengan lembaga dan siapa dimaksudkan surat tersebut. Misalnya surat berasal dari perusahaan untuk karyawan, perusahaan untuk konsumen, sekolah untuk orang tua murid dan pemerintah untuk pegawai. Selengkapnya anda dapat memandang semisal suratnya berikut ini.



Makassar, 12 Juni 2018
No: 003/SPb/b/VI/2018
Hal:Pemberitahuan Libur Bersama
Lamp: –
Kepada Yth.
Seluruh Karyawan / Staff
PT. Maju Bersama
Di,-
Tempat
Dengan Hormat ,Sehubungan Dengan Hari Raya Idul Fitri yang Insyaallah jatuh pada hari Jumat, 15 Juni 2018, maka Manajemen Perusahaan telah menetapkan untuk meliburkan seluruh Staff dan Karyawan.

Efektif mulai tgl 11 Juni 2018 s/d 20 Juni 2018
Demikian pemberitahuan ini disampaikan, atas segala perhatiannya diucapkan terimakasih. Hormat Kami Manajemen PT. Maju Bersama.
Ttd
Bp. Agung Susetia
Direktur


Contoh pengumuman libur lebaran perusahaan untuk karyawan

KOP Surat
PENGUMUMAN
Kepada seluruh karyawan PT ….., sehubungan dengan adanya hari raya idul fitri tahun ……, kami beritahukan bahwa libur karyawan adalah mulai dari tanggal …. s.d. …………….. dan masuk kerja kembali seperti biasa pada tanggal ……
Demikian pengumuman ini dibuat untuk menjadi perhatian bersama.
Kota, ….tanggal bulan tahun
Jabatan
Nama pejabat
Nomor pegawai


Contoh Pengumuman Perusahaan Kepada Karyawan

PT RAJA KAYA RAYA
Alamat: Jln Mondar Mandir, No 16, Komplek Matahari, Magelang
Magelang, 28 Mei 2017
Nomor: 016/Pmb-PTRj/05/2017
Perihal: Pemberitahuan
Kepada Yth
Seluruh karyawan PT Raja Kaya Raya
Di Tempat
Dengan hormat,
Sehubungan dengan bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 2017 PT Raja Kaya Raya memberitahukan beberapa hal tentang perubahan jam kerja selama bulan puasa dan rencana libur Lebaran.
Berikut hasil rapat pimpinan PT Raja Kaya Raya dan pihak HRD pada Senin, 27 Mei 2017 di ruang meeting 1:
1.Selama bulan puasa teradapat perubahan jam kerja, yakni Senin-Jumat pukul 08.00-15.30. Jika ada lembur, silakan komunikasikan dengan kepala unit masing-masing.
2.Buka puasa seluruh karyawan dilakukan pada Kamis, 20 Juni 2017 di Hotel Bulan pukul 17.00. Harap menggunakan pakaian atasan putih.
3.Libur Lebaran 2017 mulai 29 Juni hingga 3 Juli 2017. Karyawan bisa menyesuaikan dan menyelesaikan pekerjaannya sebelum libur Lebaran. Lebih lanjut akan disampaikan oleh kepala unit masing-masing.
4.Pengajuan cuti bisa disesuaikan dan mengisi form cuti yang tersedia di bagian HRD
Demikian surat pemberitahuan ini dibuat agar bisa dipahami seluruh karyawan dan pekerjaan bisa diselesaikan dengan baik. Atas perhatiannya diucapkan terima kasih.
Hormat saya,
(ttd + cap perusahaan)
Renaldi Gumawan
Pimpinan Perusahaan


Artikel Surat Terkait:


Itulah contoh surat pemberitahuan libur lebaran dari berbagai instansi dan untuk berbagai tujuan. Semoga bisa dijadikan referensi dalam memberikan informasi libur kepada karyawan, pelanggan, atau siapapun yang berhubungan dengan bisnis atau layanan anda.

Surat Pemberitahuan Libur Lebaran Perusahaan Kepada Konsumen

Contoh Surat Pemberitahuan Libur Lebaran Kepada Customer – Untuk perusahaan yang memberikan service jasa sudah pasti wajib menyebabkan surat pengumuman atau pemberitahuan kepada customernya perihal jadwal pelayanan. Apalagi menjelang dan sehabis lebaran. Pemberitahuan bisa disampaikan dalam web resmi atau papan pengumuman di kantor.
Liburan yang paling ditunggu lebih dari satu besar kalangan penduduk adalah libur lebaran. Libur panjang untuk pelajar, karyawan dan sudah pasti pegawai negeri sipil.
Untuk menyebabkan surat pemberitahuan libur lebaran sudah pasti sesuai dengan lembaga dan siapa bertujuan surat tersebut. Misalnya surat berasal dari perusahaan untuk karyawan, perusahaan untuk konsumen, sekolah untuk orang tua murid dan pemerintah untuk pegawai. Selengkapnya anda bisa menyaksikan perumpamaan suratnya tersebut ini.


Pemberitahuan Libur Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1434 H

Jakarta, 9 Juli 2013
No : 88144/WPL/EXT-CR/VII/XIII
Perihal : Pemberitahuan Libur Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1434 H
Kepada Yth,
Pelanggan PT. Wahana Prestasi Logistik
Di
Tempat
Dengan hormat,
Bersama ini kami PT. Wahana Prestasi Logistik mengucapkan banyak terima kasih atas kepercayaan yang telah di berikan Perusahaan Bapak/Ibu kepada kami dalam hal pengiriman Dokumen/Paket/Barang untuk wilayah Jabotabek & Domestik.
Bersama ini kami beritahukan bahwa untuk menyambut datangnya Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1434 H, kami akan libur mulai tanggal 5 Agustus 2013 hingga tanggal 16 Agustus 2013 dan aktif kembali pada hari Senin, tanggal 19 Agustus 2013.
Perlu kami informasikan bahwa untuk pengambilan dan pengiriman Dokumen/Paket/Barang menjelang Libur Hari Raya Idul Fitri, kami berlakukan sistem pengambilan dan pengiriman sebagai berikut:
• Pengambilan Dokumen/Paket/Barang sebelum tanggal 28 Juli 2013 akan dilakukan pengiriman dengan maksimal penyampaian ditujuan tanggal 03 Agustus 2013.
• Pengambilan Dokumen/Paket/Barang setelah tanggal 27 Juli 2013 akan dilakukan pengiriman mulai tanggal 19 Agustus 2013.
Demikian surat pemberitahuan ini kami sampaikan, Atas perhatian dan kerjasamanya kami ucapkan terima kasih.
Segenap Karyawan/ti PT. Wahana Prestasi Logistik mengucapkan :
“ Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1434 H”
“ Minal Aidin Wal Faidzin, Mohon Maaf Lahir & Batin”
Hormat Kami,
Lenah Purnawati
Manager Customer Relation;)




Pemberitahuan Libur Hari Raya Idul Fitri 1437 H
Dalam rangka menyambut hari raya Idul Fitri 1437 H, maka perusahaan kami PT. Beton Elemen Persada bakal libur dan masuk kembali pada:
Tanggal libur       :               01 Juli – 13 Juli 2016
Tanggal masuk  :               14 Juli 2016
Pengiriman terakhir        :               30 Juni 2016
Mulai pengiriman kembali            :               14 Juli 2016
Demikian surat pemberitahuan ini kami buat, atas nama pimpinan dan segenap karyawan PT. Beton Elemen Persada mengucapkan
“SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1437 H Mohon maaf lahir dan batin”



Pemberitahuan Libur Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1436 H

Kepada Yth
Pelanggan PT. Indo Jaya
Bersama ini kami beritahukan bahwa untuk menyambut datangnya Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1440 H, kami akan libur mulai tanggal 1 Juni 2019 sampai tanggal 9 Juni 2019 dan aktif kembali pada hari Senin 10 Juni 2019.
Perlu kami informasikan bahwa untuk pengiriman Paket PT. Indo Jaya menjelang Libur Hari Raya Idul Fitri, kami berlakukan sistem pengiriman sebagai berikut:
  1. Batas Terakhir Penerimaan pesanan dan konfirmasi pembayaran adalah tgl 29 Mei 2019 dan akan di lakukan pengiriman pada tanggal 30 Mei 2019 dengan maksimal penyampaian ditujuan tanggal 3 Juni 2019.
  2. Pemesanan dan konfirmasi pembayaran diluar dari Batas Terakhir tersebut (29 Mei 2019) akan dilakukan pengiriman pada Senin tanggal 10 Juni 2019.
Sistem ini kami berlakukan untuk menghindari tidak sampai/ hilangnya paket ditengah kesibukan pengiriman JNE sewaktu lebaran.
Demikian surat pemberitahuan ini kami sampaikan, Atas perhatian dan kerjasamanya kami ucapkan terima kasih
Segenap Karyawan PT. Maju Bersama mengucapkan “ Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1440H” Minal Aidin Wal Faidzin, Mohon Maaf Lahir & Batin.
Hormat Kami,
Management PT. Maju Bersama




Artikel Surat Terkait:
Itulah contoh surat pemberitahuan libur lebaran dari berbagai instansi dan untuk berbagai tujuan. Semoga bisa dijadikan referensi dalam memberikan informasi libur kepada karyawan, pelanggan, atau siapapun yang berhubungan dengan bisnis atau layanan anda.

Sabtu, 11 Mei 2019

Tanda Lailatul Qadar, Doa, dan Ciri Orang yang Mendapatkannya Beserta Keutamaannya Secara Lengkap


Ada banyak hal yang perlu di pahami seputar malam lailatul qadar yang agung serta di agungkan oleh setiap umat muslim, tidak hanya sebatas keutamaan, ciri-ciri atau tanda kedatangan malam tersebut. Tetapi juga perlu di pelajari apa makna dari qadar itu sendiri yang memiliki makna dalam dan berbeda di kalangan para ahli dalam memberikan pengertian tentang qadar tersebut Mengutif dari pengarang kitab Tafsir Al-Misbah yaitu Muhammad Quraish Shihab bahwa kata qadar itu memiliki tiga 3 arti berbeda.
Pertama : qadar berarti penetapan atau pengaturan. sehingga lailatul qadar dipahami sebagai malam penetapan Allah bagi perjalanan hidup manusia Al-Qur’an yang turun pada malam lailatul qadar diartikan bahwa pada malam itu Allah SWT mengatur dan menetapkan khiththah dan strategi bagi Nabi-Nya, Muhammad SAW guna mengajak manusia kepada agama yang benar yang pada akhirnya akan menetapkan perjalanan sejarah umat manusia, baik sebagai individu maupun kelompok.

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُبَارَكَةٍ ۚ إِنَّا كُنَّا مُنْذِرِينَ
Artinya : sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan (QS:Ad-Dukhan Ayat 3).
Kedua : qadar berati kemuliaan. Malam lailatul qadar adalah malam yang sangat mulia, kemuliaan malam tersebut karena terpilih sebagai malam turunnya al-qur’an serta menjadi titik tolak dari segala kemuliaan yang dapat diraih. Kata qadar yang memiliki arti mulia ini dapat di temukan pada salah satu ayat surat al-an’am ayat 91 yang menerangkan tentang kaum musyrik: Ma qadaru Allaha haqqa qadrihi idz qalu ma anzala Allahu ‘ala basyarin min syay’i (mereka itu tidak memuliakan Allah sebagaimana kemuliaan yang semestinya, tatkala mereka berkata bahwa Allah tidak menurunkan sesuatu pun kepada manusia).

وَمَا قَدَرُوا اللَّهَ حَقَّ قَدْرِهِ إِذْ قَالُوا مَا أَنْزَلَ اللَّهُ عَلَىٰ بَشَرٍ مِنْ شَيْءٍ ۗ قُلْ مَنْ أَنْزَلَ الْكِتَابَ الَّذِي جَاءَ بِهِ مُوسَىٰ نُورًا وَهُدًى لِلنَّاسِ ۖ تَجْعَلُونَهُ قَرَاطِيسَ تُبْدُونَهَا وَتُخْفُونَ كَثِيرًا ۖ وَعُلِّمْتُمْ مَا لَمْ تَعْلَمُوا أَنْتُمْ وَلَا آبَاؤُكُمْ ۖ قُلِ اللَّهُ ۖ ثُمَّ ذَرْهُمْ فِي خَوْضِهِمْ يَلْعَبُونَ
Dan mereka tidak menghormati Allah dengan penghormatan yang semestinya, di kala mereka berkata: “Allah tidak menurunkan sesuatupun kepada manusia”. Katakanlah: “Siapakah yang menurunkan kitab (Taurat) yang dibawa oleh Musa sebagai cahaya dan petunjuk bagi manusia, kamu jadikan kitab itu lembaran-lembaran kertas yang bercerai-berai, kamu perlihatkan (sebahagiannya) dan kamu sembunyikan sebahagian besarnya, padahal telah diajarkan kepadamu apa yang kamu dan bapak-bapak kamu tidak mengetahui(nya)?” Katakanlah: “Allah-lah (yang menurunkannya)”, kemudian (sesudah kamu menyampaikan Al Quran kepada mereka), biarkanlah mereka bermain-main dalam kesesatannya.
Ketiga : qadar berarti sempit. Malam tersebut adalah malam yang sempit, karena banyaknya malaikat yang turun ke bumi, seperti yang ditegaskan dalam Surat Al-Qadar: “pada malam itu turun malikat-malaikat dan ruh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan.”

QS Al-Qadr ayat 1-5:
(1) إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ
Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam kemuliaan.
(2) وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ
Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu?
(3) لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ
Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.
(4) تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ
Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan.
(5) سَلَامٌ هِيَ حَتَّىٰ مَطْلَعِ الْفَجْرِ
Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.
Kata qadar yang berarti sempit digunakan oleh Al-Qur’an antara lain dalam ayat ke-26 Surat Ar-Ra’du: “Allah yabsuthu al-rizqa liman yasya’ wa yaqdiru” (Allah melapangkan rezeki bagi yang dikehendaki dan mempersempitnya bagi yang dikehendakinya).


Inilah kesungguhan menarik yang bisa di sempurnakan oleh setiap orang yang melaksanakan ibadah puasa ramadhan hanya lillahi ta’ala, Dimana ada keistimewaan khusus dari segi pengamalan dan pelaksanaan semua aktifitas di bulan suci tersebut termasuk saat menjemput, menyambut kedatangan malam yang lebih baik dari pada seribu bulan, Sebagaimana yang banyak di jelaskan dalam beberapa kajian agama yang mengulas semua tentang malam lailatul qadar itu sendiri.

Keutamaan Lailatul Qadar
Semua amal ibadah seperti shalat, tilawah al-Qur’an, dan dzikir serta amal sosial (seperti shodaqoh dana zakat), yang dilakukan pada malam itu lebih baik dibandingkan amal serupa selama seribu bulan (tentu di luar malam lailat al qodr sendiri).


Tanggal Lailatul Qadar

Kapankah tanggal lailatul qadar? Dalam Surat Al Baqarah ayat 185 dijelaskan bahwa turunnya Al Quran itu di bulan Ramadhan. Sedangkan di Surat Al Qadr ayat 1 disebutkan bahwa Allah menurunkan Al Quran di malam lailatul qadar. Sehingga disimpulkan, ia terjadi pada bulan Ramadhan dan ia turun setiap tahun pada bulan yang sama.
Buya Hamka menuliskan dalam Tafsir Al Azhar:
Kapankah waktu lailatul qadar itu? Al Quran telah menjelaskannya dalam surat Al Baqarah ayat 185 bahwa bulan Ramadan adalah bulan yang padanya diturunkan Alquran menjadi petunjuk bagi manusia dan keterangan-keterangan dari petunjuk itu dan pemisah di antara yang haq dengan yang batil.

Tetapi menjadi perbincangan panjang lebar di antara ahli hadits dan riwayat, kapankah datangnya lailatul qadar. Sehingga dalam kitab Fathul Bari Syarah Bukhari dari Ibnu Hajar al Asqalani yang terkenal itu, disalinkan beliau tidak kurang ada 45 qaul tentang malam terjadinya lailatul qadar masing-masing menurut catatan ulama-ulama yang merawikannya; sejak dari malam 1 Ramadan sampai malam 29 atau malam 30 Ramadan, ada saja ulama yang merayakan malam itu dalam kitab tersebut. Dan semua pun dinukilkan pula oleh Asy Syaukani di dalam Nailul Authar.
Ada satu riwayat dalam hadits Bukhari dirawikan Abu Said Al Khudri bahwa tentang malam berapa yang tepat, dianjurkan supaya setiap malam bulan Ramadhan itu diramaikan dan diisikan dengan aneka ibadah. Tetapi terdapat juga riwayat yang kuat bahwa lailatul qadar itu ialah pada malam sepuluh akhir dari Ramadhan. Karena sejak malam 21 itu Nabi lebih memperkuat ibadahnya daripada malam-malam yang sebelumnya, sampai beliau bangunkan keluarganya yang tertidur.
Jadi soal tanggal lailatul qadar, para ulama tidak bisa memastikannya. Namun pendapat yang kuat mengatakan bahwa ia jatuh pada malam ganjil pada sepuluh hari terakhir Ramadhan. Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah:

إِنِّى أُرِيتُ لَيْلَةَ الْقَدْرِ ، وَإِنِّى نُسِّيتُهَا ، وَإِنَّهَا فِى الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ فِى وِتْرٍ
“Sungguh aku diperlihatkan lailatul qadar, kemudian aku dilupakan –atau lupa- maka carilah ia di sepuluh malam terakhir, pada malam-malam yang ganjil” (Muttafaq alaih)
Lebih spesifik, ada tiga hadits yang menyebutkan bahwa lailatul qadar jatuh pada tanggal 27 Ramadhan.

قَالَ أُبَىٌّ وَاللَّهِ الَّذِى لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ إِنَّهَا لَفِى رَمَضَانَ – يَحْلِفُ مَا يَسْتَثْنِى – وَوَاللَّهِ إِنِّى لأَعْلَمُ أَىُّ لَيْلَةٍ هِىَ. هِىَ اللَّيْلَةُ الَّتِى أَمَرَنَا بِهَا رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- بِقِيَامِهَا هِىَ لَيْلَةُ صَبِيحَةِ سَبْعٍ وَعِشْرِينَ وَأَمَارَتُهَا أَنْ تَطْلُعَ الشَّمْسُ فِى صَبِيحَةِ يَوْمِهَا بَيْضَاءَ لاَ شُعَاعَ لَهَا.
Ubay (bin Ka’ab) berkata, “Demi Allah yang tiada ilah kecuali Dia. Sesungguhnya ia (lailatul qadar) terjadi di bulan Ramadhan. Dan demi Allah sesungguhnya aku mengetahui malam itu. Ia adalah malam yang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan kami untuk qiyamullail, yaitu malam ke-27. Dan sebagai tandanya adalah pada pagi harinya matahari terbit dengan cahaya putih yang sinarnya tidak menyilaukan.” (HR. Muslim)

قَالَ أُبَىٌّ فِى لَيْلَةِ الْقَدْرِ وَاللَّهِ إِنِّى لأَعْلَمُهَا وَأَكْثَرُ عِلْمِى هِىَ اللَّيْلَةُ الَّتِى أَمَرَنَا رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- بِقِيَامِهَا هِىَ لَيْلَةُ سَبْعٍ وَعِشْرِينَ – وَإِنَّمَا شَكَّ شُعْبَةُ فِى هَذَا الْحَرْفِ – هِىَ اللَّيْلَةُ الَّتِى أَمَرَنَا بِهَا رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم-.
Ubay (bin Ka’ab) berkata tentang lailatul qadar, “Demi Allah, sesungguhnya aku mengetahui bahwa ia (lailatul qadar) adalah malam yang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan untuk qiyamullail, yaitu malam ke-27.” Syu’bah (salah seorang perawi) ragu dengan kata “amarana” atau “amarana bihaa”. (HR. Muslim)

Dalam hadits yang lain Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
مَنْ كَانَ مُتَحَرِّيَهَا فَلْيَتَحَرَّهَا فِى لَيْلَةِ سَبْعٍ وَعِشْرِينَ
“Barangsiapa ingin mencarinya, hendaklah ia mencarinya pada malam ke-27” (HR. Ahmad)
Berdasarkan hadits-hadits tersebut, sebagian ulama menyakini bahwa lailatul qadar terjadi pada malam ke-27. Namun, jumhur ulama menjelaskan bahwa hadits tersebut hanya menyatakan bahwa lailatul qadar pernah terjadi pada malam ke-27. Adapun pada tahun-tahun lainnya, ia tidak bisa dipastikan apakah terjadi pada malam ke-21, malam ke-23, malam ke-25, malam ke-27 atau malam ke-29.


Baca Juga:

Niat Qadha Puasa Ganti Puasa Ramadhan dan Doa Buka Puasanya



Tanda-tanda Lailatul Qadar
Jumhur ulama tidak bisa memastikan tanggal berapa jatuhnya lailatul qadar. Namun, ada sejumlah hadits yang menyebutkan tanda lailatul qadar.
لَيْلَةُ القَدَرِ لَيْلَةٌ سَمْحَةٌ طَلَقَةٌ لَا حَارَةً وَلَا بَارِدَةً تُصْبِحُ الشَمْسُ صَبِيْحَتُهَا ضَعِيْفَةٌ حَمْرَاء
“Lailatul qadar adalah malam yang penuh kelembutan, cerah, tidak begitu panas, juga tidak begitu dingin, pada pagi harinya matahari bersinar lemah dan nampak kemerah-merahan.” (HR. Ath Thoyalisi dengan sanad yang baik menurut Haitsami)
إِنَّ أَمَارَةَ لَيْلَةِ الْقَدْرِ أَنَّهَا صَافِيَةٌ بَلْجَةٌ كَأَنَّ فِيهَا قَمَراً سَاطِعاً سَاكِنَةٌ سَاجِيَةٌ لاَ بَرْدَ فِيهَا وَلاَ حَرَّ وَلاَ يَحِلُّ لِكَوْكَبٍ أَنْ يُرْمَى بِهِ فِيهَا حَتَّى تُصْبِحَ وَإِنَّ أَمَارَتَهَا أَنَّ الشَّمْسَ صَبِيحَتَهَا تَخْرُجُ مُسْتَوِيَةً لَيْسَ لَهَا شُعَاعٌ مِثْلَ الْقَمَرِ لَيْلَةَ الْبَدْرِ وَلاَ يَحِلُّ لِلشَّيْطَانِ أَنْ يَخْرُجَ مَعَهَا يَوْمَئِذٍ
“Sesungguhnya tanda lailatul qadar adalah jernih lagi terang, seakan-akan ada rembulan yang terang-benderang, tenang lagi sejuk, tidak ada dingin padanya tidak pula panas, dan tidak pula ada pelemparan bintang (meteor) pada malam itu hingga pagi, dan sesungguhnya tandanya adalah bahwa pada pagi hari, matahari keluar dengan sempurna tanpa ada kesilauan padanya, seperti bulan pada bulan purnama. Syaithan tidak halal untuk keluar bersama (lailatul qadr) pada hari itu.” (HR. Ahmad; hasan)
Ubay bin Ka’ab menjelaskan:
وَأَمَارَتُهَا أَنْ تَطْلُعَ الشَّمْسُ فِى صَبِيحَةِ يَوْمِهَا بَيْضَاءَ لاَ شُعَاعَ لَهَا
“..Dan sebagai tandanya adalah pada pagi harinya matahari terbit dengan cahaya putih yang tidak bersinar-sinar menyilaukan.” (HR. Muslim)
أُرِيتُ لَيْلَةَ الْقَدْرِ ثُمَّ أُنْسِيتُهَا وَأَرَانِى صُبْحَهَا أَسْجُدُ فِى مَاءٍ وَطِينٍ
“Telah diperlihatkan kepadaku lailatul qadr, kemudian saya dibuat lupa terhadapnya, dan saya melihat bahwa diriku sujud di atas air dan tanah pada pagi hari.” (HR. Muslim)
Jadi secara ringkas, berdasarkan hadits-hadits di atas, tanda lailatul qadar ada lima yaitu:
  1. Malam itu langit relatif jernih dan terang
  2. Hawa malam itu tidak panas, juga tidak terlalu dingin
  3. Malam itu tidak ada meteor
  4. Terkadang malam itu turun hujan
  5. Pagi harinya matahari terbit dengan sempurna, cahayanya putih dan relatif tidak menyilaukan

Shalat Sunnah Lailatul Qadar
Niatnya :
اُصَلِىّ سُنَّةً فِى لَيْلَةُ اْلقَدْرِ اَرْبَعَ رَكَعَةٍ لِلَّهِ تَعَالَى اَللهُ اَكْبَرُ
Latin “Ushalli sunnatan fi Lailatul Qodr, Arba’a Raka’atin Mustaqbilal Qiblat, Lillahi Ta’ala, Allohu akbar”

Dalam prakteknya itu tidak jauh berbeda dengan shalat sunnat pada umumnya, akan tetapi akan lebih afdhol lagi sesuai dengan anjuran yang telah di terangkan oleh para Ulama dalam kitabnya yaitu : Laksanakan seperti syarat rukun Shalat, dengan Bacaan tiap Rakaat, setelah membaca fatihah, kemudian membaca surat ikhlas 7 x atau At-Takatsur 1 x kemudian Al ikhlas 3 x atau Al-Qadr (inna anjalnahu fii lailatul Qadr, hingga Akhir surat) sebanyak 3 x.

Lailatul Qadar Adalah
Suatu rahmat atau hadiah yang sangat luar biasa yang diberikan oleh Allah kepada hambanya pada bulan romadhan, yang senantiasa tidak pernah meninggalkan ibadah. Waktunya, dalam satu riwayat, adalah pada hari-hari ganjil saja dari tanggal 21 sampai 29. Dan cara untuk mndapatkanya, janganlah tidur semalaman pada hari-hari ganjil tersebut dengan di isi ibadah terus menerus.

Tanda Tanda (Prediksi) Turunnya Lailatul Qadar
Dalam hal ini para Ulama memberikan pandangan dan pendapatnya terutama dari pertanyaan kapan lailatul qadar itu turun, nah Salah satunya yang di kemukakan oleh Imam Al ghazali yang menyebutkan bahwa lailatul qadar tersebut itu tergantung kapan puasanya di mulai. Sebagaimana yang tercantum pda kitab I’anatu tholibin 

قال الغزالي وغيره إنها تعلم فيه باليوم الأول من الشهر
فإن كان أوله يوم الأحد أو يوم الأربعاء: فهي ليلة تسع وعشرين
أو يوم الاثنين: فهي ليلة إحدى وعشرين
أو يوم الثلاثاء أو الجمعة: فهي ليلة سبع وعشرين
أو الخميس: فهي ليلة خمس وعشرين
أو يوم السبت: فهي ليلة ثلاث وعشرين
Artinya :
A. Jika awal Ramadhan hari Ahad atau Rabu maka lailatul qodar malam 29
B. Jika awal Ramadhan hari Senin maka lailatul qodar malam 21
C. Jika awal Ramadhan hari Selasa atau Jumat maka lailatul qodar malam 27
D. Jika awal Ramadhan hari Kamis maka lailatul qodar malam 25
E. Jika awal Ramadhan hari Sabtu maka lailatul qodar malam 23
Tentunya ini berdasarkan pengalaman yang begitu luar biasa yang pernah di alami oleh Imam Al ghazali ketika mengalami hal semacam itu, adapun kepastiannya itu hanya Alloh S.W.T yang maha tau atas apa yang semua di kehendakinya.

Rahasia Lailatul Qadar
Abu Hurarirah,”Barangsiapa yang berqiam dimalam Al-Qadar dengan penuh keimanan dan bersungguh-sungguh maka telah diampunkannya apa yang telah lalu dari dosanya”. (Riwayat Bukhari didalam Kitab Al-Saum).

Cara Meraih Lailatul Qadar
A. Bangunlah Malam Hari
Rasulullah SAW bersabda,”Barang siapa yang melakukan shalat Isya’ berjamaah, seolah-olah ia berqiyam (bangun malam) di separuh malam. Dan barang siapa yang shalat shubuh berjamaah, seolah-olah ia melakukan di sepanjang malam tersebut.” (HR. Ahmad Muslim).
B. Beragam Ibadah Yang Bisa di Amalkan pada malam itu
Nabi Muhammad SAW bersabda, “Barang siapa menghidupkan malam Lailatul Qadar dengan berbagai amal ibadah secara yakin dan percaya kepada pahala yang disediakan Allah dan dengan secara ikhlas, maka Allah akan mengampunkan segala dosanya yang telah lalu.”

C. Dengan Penuh Berdzikir
Hidupkanlah Ramadhan dengan bershalat Tarawih di dalamnya. Berkata Aisyah r.a,”Ya Rasulullah, di waktu Lailatul Qadar apakah yang harus aku lakukan?Katakanlah, Ya Allah sesungguhnya Engkau Maha Pengampun dan suka pada pengampunan, maka ampunilah aku.”
Dari dan berdasarkan uraian keterangan yang di ulas tadi tentunya ada semangat dan moyivasi tersendiri bagi setiap umat islam yang ingin meriah keistimewaan dan keutamaan dari pada malam lailatul qadar itu, yang tentunya dalam hal ini hakikat dan tujuan dari pada pelaksanaan selama bulan suci ramadhan berlangsung hanya semat-mata karena Allah Subhanahu Wata’ala sebagai puncak dari tujuan akhir pengabdian dan pengamalan seorang hamba.



Penelusuran yang terkait dengan Malam Lailatul Qadar
  • 6 tanda malam lailatul qadar
  • kapan datangnya malam lailatul qadar
  • keistimewaan malam lailatul qadar
  • 5 tanda malam lailatul qadar
  • ciri ciri malam lailatul qadar
  • malam lailatul qadar 2019
  • peristiwa apa yang terjadi pada malam lailatul qadar
  • malam lailatul qadar adalah malam bersejarah karena merupakan malam

Niat Qadha Puasa Ganti Puasa Ramadhan dan Doa Buka Puasanya

Bagi mereka umat muslim yang memiliki tanggungan puasa ramadhan yang harus di bayar secepatnya itu ada rukhsoh tersendiri dari rincian kepastian penerangan-penerangan kajian agama yang mengulas secara lengkap dan terperinci tentang bagaimana pelaksanaan ibadah puasa qadha tersebut.

Karena selain sudah menjadi kewajiban yang sesegera mungkin untuk di laksnakannya, puasa qadha atau niat puasa ganti ini merupakan bentuk dari pada tanggung jawab dari seorang muslim terhadap hak dan tanggungan dari tertinggalnya amalan wajib seperti puasa ramadhan yang tentunya sesuai dengan sarat dan ketentuan di dalamnya.
Sehingga akan penting kiranya apabila mengetahui lebih jauh dan lebih luas tenatng bagaimana cara melaksanakan niat puasa ganti tersebut juga dari perkara-perkara yang berhubungan di dalamnya, seperti bayar fidyah, masalah jumlah puasa yang di tinggalkan sampai keterkaitan dengan masalah meninggal yang masih mempunyai qadha.
Dan adapun tentang illat ataupun alasan dari tertinggalnya sebuah amalan wajib seperti puasa di bulan ramadhan itu haruslah sesuai dengan ketentuan yang ada dala kaidah agama, di antaranya karena sakit, dalam perjalanan (Musafir), masalah kewanitaan (haid, nifas dan lainnya).

Karena ini bersangkutan dengan masalah pertanggungjawaban seorang muslim terhadap kewajiban yang semestinya di lakukan ketika sudah datang waktunya, Sehingga layak dan patut untuk lebih di ketahui pasti tentang masalah yang berkaitan dengan puasa qadha ataupun puasa ganti ini.
Dalam hal ini salah satu rujukan dalil dan ketreangan yang memuat seputar masalah kewajiban ibadah puasa qadha itu terdapat pada sebuah hadits yang di riwayatkan oleh Daruquthni, dari Ibnu ‘Umar dengan redaksinya sebagai berikut :

قَضَاءُ رَمَضَانَ إنْ شَاءَ فَرَّقَ وَإنْ شَاءَ تَابَعَ
Artinya : “Qadha’ (puasa) Ramadhan itu, jika ia berkehendak, maka ia boleh melakukannya terpisah. Dan jika ia berkehendak, maka ia boleh melakukannya berurutan. ” (HR. Daruquthni, dari Ibnu ‘Umar).

Sehingga dari adanya ketetapan hadits yang termuat tersebut, Para ulama menerangkan kajian masalah qadha puasa itu dengan menjadikan sebuah qiyas ataupun ibarat sebagaimana yang termaktub pada dua keterangan berikut ini sebagai lanjutan dari pada dasar hukum kewajiban seorang muslim untuk secepatnya mengqodho puasa ramadhan yang tertinggal.
عبارة الزواجر الحادي عشر أي من شروط التوبة التدارك فيما إذا كانت المعصية بترك عبادة ففي ترك نحو الصلاة والصوم تتوقف صحة توبته على قضائها لوجوبها عليه فورا وفسقه بتركه كما مر فإن لم يعرف مقدار ما عليه من الصلوات مثلا قال الغزالي تحرى وقضى ما تحقق أنه تركه من حين بلوغه
Penjelasannya, dari syarat-syaratnya taubat adalah menyusul dan membenarkan kesalahan/maksiat yang telah ia perbuat akibat meninggalkan ibadah dimasa silam, dalam meninggalkan semacam shalat dan puasa misalnya, untuk dapat mengabsahkan taubatnya harus diqadha terlebih dahulu karena mengqadhanya diwajibkan sesegera mungkin dan dihukumi fasik bila ditinggalkan seperti keterangan yang telah lewat.
Maka dari itu apabila menela’ah kembali tentang bagaimana puasa qadha itu terjadi dan di alami oleh seorang muslim itu termasuk pada bagian keterangan yang ada pada ibarat ataupun qiyas tersebut, demikian halnya dengan keterangan lain yang tercantum pada Hawaasyi as-Syarwaani juz 3 halaman 396 :
ولو علم أنه صام بعض الليالي وبعض الأيام ولم يعلم مقدار الأيام التي صامها فظاهر أنه يأخذ باليقين فما تيقنه من صوم الأيام أجزأه وقضى ما زاد عليه سم
Artinya : “Jika seseorang lupa terhadap jumlah puasa yang di kerjakan apakah itu setengah malam ataupun setengah hari dan tidak mengetahui jumlah dari pada hari tersebut (hari yang di kerjakan puasa), Maka jelas keputusannya itu ambillah salah satu hal yang membuatnya yaqin, dan berpuasa qadha lah sesuai dengan jumlah hari yang di yaqininya tersebut.


Sehingga dari adanya ibarat tersebut, kesegeraan seorang muslim terhadap di qodho nya sebauh ibadah itu adalah mengacu pada keterangan-keterangan lain yang memuat seputar tentang hal ikhwal mengenai kepastian dari cara mengqodho puasa tersebut, seperti dari pertanyaan dari perbedaan tentang mengqodohonya seseorang yang masih hidup terhadap tanggungan puasa orang lain ataupun pertanggungan puasa terhadap orang yang sudah meninggal.

Tentu ada perbedaan baik dari segi rujukan hukum maupun pendapat para Ulama yang mengerti betul akan kedudukan masalah tersebut, Sehingga perlu untuk di pastikan dan di pahami secara seksama tentang semua hal yang berhubungan dengan pelaksanaan ibadah puasa qadha khususnya. mulai dari cara bagaimana melaksanakan puasa qodho tersebut yang berhubungan erat dengan orang yang melaksanakannya, Dan berikut ulasannya.

1. Niat Puasa Qadha (ganti)
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءٍ فَرْضَ رَمَضَانً ِللهِ تَعَالَى
Nawaitu Shouma Ghodin ‘An Qadaain Fardho Romadhona Lillahi Ta’ala”
Artinya : “Aku niat puasa esok hari karena mengganti fardhu Ramadhan karena Allah Ta’ala” 

2. Pengertian tentang Qadha
A. Menurut bahasa itu adalah bentuk masdar dari kata dasar “qadhaa”, yang artinya; memenuhi atau melaksanakan
B. Menurut istilah dalam Ilmu Fiqh, qadha dimaksudkan sebagai pelaksanaan suatu ibadah di luar waktu yang telah ditentukan oleh Syariat Islam.

3. Pelaksanaan Puasa Qadha
A. Jika hari puasa yang di­tinggalkannya berurutan, maka qadha’ harus dilaksanakan secara berurutan pula, lantaran qadha’ merupakan pengganti puasa yang telah ditinggalkan, sehingga wajib dilakukan secara sepadan.
B. Pelaksanaan qadha’ puasa tidak harus dilakukan secara berurutan, lantaran tidak ada satu­pun dalil yang menyatakan qadha ‘ puasa harus berurutan. Sementara Al-Baqarah ayat 184 hanya menegaskan bahwa qadha’ puasa, wajib dilaksanakan sebanyak jumlah hari yang telah ditinggalkan. Sebagaimana yang termaktub pada keterangan hadits :
قَضَاءُ رَمَضَانَ إنْ شَاءَ فَرَّقَ وَإنْ شَاءَ تَابَعَ
Artinya : “Qadha’ (puasa) Ramadhan itu, jika ia berkehendak, maka ia boleh melakukannya terpisah. Dan jika ia berkehendak, maka ia boleh melakukannya berurutan. ” (HR. Daruquthni, dari Ibnu ‘Umar)

3. Tentang Qadha yang Tertinggal Sampai Ramadhan Berikutnya
Penangguhan atau penundaan pelaksanaan qadha’ puasa Ra­madhan sampai tiba Ramadhan berikutnya dengan tanpa di sertai alasan ataupun halangan yang sah menurut agama, maka itu hukumnya haram dan berdosa. Sedangkan jika penangguhannya tersebut diakibatkan lantaran udzur yang selalu menghalanginya, maka tidaklah berdosa.


Baca Juga:

Doa Niat Zakat Mal Fitrah Untuk Diri Sendiri Dan Keluarga Secara Lengkap



4. Tentang Bayar Fidyah Dari Qadha Puasa
Dalam masalah ini para ulama berbeda pendapat dalam menerangkan dan menyikapi masalah seperti yang sudah di bahas tadi dari masalah puasa yang belum di qadha keburu datang puasa berikutnya terutama dalam memberikan fidyah.
A. Penangguhan qadha’ puasa Ramadhan sampai tiba bulan Ramadhan berikutnya, tidak menjadi sebab diwajibkannya fidyah. Baik penangguhannya tersebut karena ada udzur atau tidak.
B. Jika penangguhan tersebut karena udzur, maka tidak menjadi sebab diwajibkannya fidyah. Sedangkan jika penangguhan tersebut tanpa udzur, maka menjadi sebab diwajibkannya fidyah.

5. Jika Meninggal Tapi Masih Punya Qadha
Dalam masalah ini terdapat dua perbedaan Ulama yang menerangkan tentang kewjiban bayar fidyah dan tidaknya bagi orang yang mempunyai qadha puasa, yaitu :
A. Pelaksanaan qadha’ puasa Ramadhan orang yang meninggal dunia tersebut gapat diganti dengan fidyah, yaitu memberi makan sebesar 0,6 kg bahan makanan pokok kepada seorang miskin untuk tiap-tiap hari puasa yang telah ditinggalkannya. dengan rujukan hadits :
مَن مَاتَ وَعَلَيْهِ صِيُامْ أُطْعِمَ عَنْهُ مَكَانَ يَوْمٍ مِسْكِيْنٌ
Artinya : “Siapa saja meninggal dunia dan mempunyai kewajiban puasa, maka dapat digantikan dengan memberi makan kepada seorang miskin pada tiap hari yang ditinggalkannya.” (HR Tirmidzi, dari Ibnu ‘Umar)
B. Namun jika orang yang memiliki kewajiban qadha’ puasa meninggal dunia, maka pihak keluarganya wajib melaksanakan qadha’ puasa tersebut, sebagai gantinya. Dan tidak boleh dengan fidyah. Sedangkan dalam prakteknya, pelaksanaan qadha’ puasa tersebut, boleh dilakukan oleh orang lain, dengan seijin atau atas perintah keluarganya.
Sebagaimana yang telah di sebutkan dalam sebuah hadits :
مَنْ مَاتَ وَ عَلَيْهِ صِيَامٌ صَامَ عَنْهُ وَلِيُّهُ
Artinya: “Siapa saja meninggal dunia dan mempunyai kewajiban qadha puasa, maka walinya (keluarganya) berpuasa menggantikannya.” (HR. Bukhari dan Muslim, dari Aisyah)

6. Dari Jumlah Hari (Qadha) yang Ditinggalkan Tidak Diketahui?
Dalam masalah ini tentu perlu pencermatan secara khusus bagi orang yang mengalminya, meskipun bingun untuk bisa memastikan berapa hari puasa ramadhan yang wajib di qadha. nah secara penuturan jika masalah ini pernah di alami namun solusinya tidak pasti, berikut penjelasannya.
Maka laksanakan ibadah puasa qadha tersebut sesuai dengan pengambilan jumah yang lebih maksimum dari hari yang di tinggalkannya tersebut, tujuannya agar bisa lebih sempurna lagi ketika melaksakan amalan ibadah qodho tersebut.

7. Jika niat Qadha di gabungkan dengan niat puasa lainnya
Tentu sangat di butuhkan sebuah kecermatan dalam masalah seperti ini, pasalnya niat itu adalah laksana perisai yang menentukan syah dan tidak syahnya sebuah amalan, sehingga jika memang ada masalah seperti ini maka jawabannya sebagaimana yang tertuang dalam qaul Ulama dalam kitab halaman 2 juz 271 dengan redkasinay sebagai berikut: 

(تنبيه) إعلم أنه قد يوجد للصوم سببان كوقوع عرفة أو عاشوراء يوم اثنين أو خميس أو وقوع اثنين أو خميس في ستة شوال فيزداد تأكده رعاية لوجود السببين فإن نواهما حصلا كالصدقة على القريب صدقة وصلة وكذا لو نوى أحدهما فيما يظهر. إعانة الطالبين
Penjelasannya: ” Hukumnya boleh dan mendapat pahala keduanya yaitu menggabungkan niat beberapa puasa sunnah seperti puasa Arofah dan puasa senin / kamis adalah boleh dan dinyatakan mendapatkan pahala keduanya. Sebagaimana dikemukakan oleh Imam Al-Kurdi.
Bahkan menurut Imam Al-Barizi puasa sunnah seperti hari ‘Asyuro, jika diniati puasa lain seperti qadha ramadhan tanpa meniatkan pauasa Asyura’ tetap mendapatkan pahala keduanya.
Adapun puasa 6 hari bulan syawal jika digabung dengan qadha ramadhan, maka menurut imam Romli mendapatkan pahala keduanya. Sedangkan menurut Abu Makhromah tidak mendapatkan pahala keduanya bahkan tidak sah.”

Demikianlah rincian pasti tentang bacaan niat mengganti puasa dan tata cara doa buka bayar qadha dan hal ilhwal yang berkaitan erat dengan pelaksanaannya, termasuk dari pada niat puasa qadha yang memang sangat perlu di cermati oleh setiap umat islam agar selalu senantiasa berada pada koridor hukum yang benar sesuai dengan kaidah yang berjalan dalam sebuah permasalahan seperti yang tadi sudah di bahas.


Penelusuran yang terkait dengan Bacaan Niat Mengganti Puasa Dan Tata Cara Doa Buka Bayar Qadha
  • niat buka puasa qadha
  • bacaan niat puasa qadha digabung puasa senin kamis
  • niat puasa ganti sekaligus puasa senin kamis
  • bacaan niat puasa senin kamis sekaligus bayar hutang puasa
  • doa niat puasa qadha dan senin kamis
  • niat puasa qadha ramadhan
  • bacaan niat puasa senin kamis dan bayar hutang puasa
  • niat puasa ganti haid